Selasa, 22 Juni 2010

Umbul Kunci

Senja itu aku teringat kembali jejak-jejak masa kecil yang telah 25 tahun hampir terlupa dalam anganku untuk menapakinya. Umbul Kunci.. 25 tahun sudah saat pertama kali aku mengenal kampung ini, yang mana saat itu bibindaku di tempatkan di rumah dinas guru di salah satu sisi perkampungan ini. Ketika itu wilayah ini hanya sebuah wilayah yang masih sedikit sekali penduduknya dan baru di buka. 1985.. ya aku baru ingat bilangan tahun tersebut, karena memang saat itu adik sepupuku baru berumur 1 tahun.





Menapaki jejak masa silam dengan harapan menemui kembali hijaunya lamping-lamping bukit, sejuknya udara, dan dinginnya air sungai yang ketika itu merupakan sumber air utama di wilayah ini, membuat sensaiku kembali bergaiirah senja itu. Saat melewati tugu batas Kelurahan Keteguhan, aku sempat bertanya kepada salah satu penduduk mengenai keberadaan Kampung Umbul Kunci. Masuklah aku bersama teman ke suatu wilayah yang berubah sama sekali dari yang ada dalam ingatan masa kecilku… Umbul Kunci… Keindahan itu masih terlekat erat dengan hijaunya lamping-lamping bukit di sisinya. Sejuknya udara yang kuharapkan, masih terasa damai di paru-paru dan kulit. Namun yang berbeda total ialah penduduk yang telah ramai disini. Ku cari sungai besar berair jernih temapat aku, abangku, dan saudara-saudara sepupuku dahulu bermain dan berenang. Alangkah kecewanya hatiku, sungai itu memang masih sebuah aliran air. Namun dimana kejernihan yang pernah memancarkan kesejukan dan kegembiraan dahulu.. Bahakan ukurannyapun kini tidaklah selebar dan aliran airnyapun tidak sederas dahulu. Namun demikian, keindahan itu tetap menjadi symbol bagi kampung ini. Selain itu, ternyata disini telah berdiri suatu tambang batu. Mungkin inilah penyebab dari dangkalnya aliran air sungai tersebut.




Kubesut semuanya. Bahkan suatu lokasi yang dahulu tidak pernah ku jejaki, yaitu puncak bukit tempat penambangan batu lapis. Subhanallah… indahnya di atas bukit ini. Jalan berliku kami lalui dengan sepeda motor untuk menuju puncak bukit tersebut. Lumayan jauh, namun lelah tersebut terasa tergantikan ketika melihat sebuat paparan panorama alam yang luar biasa indahnya…







Umbul Kunci.. sebahagian mu telah hilang, namun keindahanmu tetap terjaga… Disinilah aku merasakan bahwa apa yang terbayang dahulu belum tentu dapat kita temui secara sempurna saat ini. Yang pasti, senja itu Sang Maha Pencipta telah menunjukkan sebuah masterpiece kembali kepadaku… Kembali kuucap Subhanallah…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar